PERSIJA

PERSIJA

Kamis, 05 Februari 2015

Surat dari Persipura Mania!!!

(Diambil dari DetikForum)


Originally Posted by anakgrafiz View Post
Salam Olahraga, Suadara2 tercinta....


Pertama2, Kami mohon maaf juga turut berduka sedalam2nya terhadap aksi brutal yang menjurus anarkisme berlebihan dari teman2 kami pendukung persipura, yang mengakibatkan tewasnya suporter PERSIJA. Untuk itu kami merasa perlu menjelaskan secara rinci kronologis dan sejarah awal terjadinya tragedi berdarah yang sama2 kita tidak inginkan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi teman2 pecinta sepakbola juga bagi kelompok supporter manapun.


Pada hari rabu, 6 januari 2008. Kami the comments dari daerah kepu, atrium senen dan juga kelapa gading memasuki kompleks GBK tepat pukul 15.30 w.i.b.
Lantas secara berbondong2 memasuki stadion DENGAN PEMERIKSAAN dan juga PENGGELEDAHAN YANG SANGAT KETAT DARI PETUGAS KEAMANAN, bahkan korek api pun tidak diperkenankan untuk dibawa masuk.

Sesampainya di dalam stadion, kami menonton pertandingan dengan tertib, TANPA PERNAH MENGGANGU KETENANGAN SUPPORTER LAIN, BAHKAN MENYORAKI MEREKA PUN KAMI TIDAK MELAKUKANNYA. Kami semua terfokus pada tim kesayangan kami, PERSIPURA. Teriakan yang datang dari tribun kami semuanya tertuju pada TIM dan PELATIH KAMI, RAJA ISA yang tidak juga menurunkan boas salossa hingga menit terakhir perpanjangan waktu.

Menjelang berakhirnya BABAK II, Kami mendapat perlakuan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh supporter PERSIJA, dalam hal ini THE JAK! yang melemparkan botol2 minuman, tas plastik berisi air kencing ke arah kami. Awalnya kami tidak membalas tindakan tersebut, tapi kemudian mereka kembali mengulangi hal yang sama yaitu melempari kami. Kami sempat membalas mereka dengan teriakan agar mereka menghentikan aktifitas mereka, karena kami masih berada di tribun bawah. Memasuki adu penalti selesai, mereka malah terus menerus melakukan aksi pelemparan kepada pendukung kami di tribun bawah. Hal ini sangat memancing emosi kami, sebagai manusia kami merasa tidak di hargai di sini. Padahal kami SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MEMANCING AMARAH SUPPORTER LAIN. Kami pun tidak mengerti ALASAN APA hingga THE JAK yang pada saat itu belum bermain seperti sengaja MENGUSIK kami dan ini bukan yang pertama kali. Bahkan yang sangat kami sesali adalah aksi petugas keamanan yang menempatkan mereka di atas kami juga lambannya tindakan walaupun kami sempat meneriaki petugas untuk menertibkan THE JAK yang berada diatas kami. Keadaan diperparah ketika kami memutuskan untuk berlari keluar, petugas menghadang kami kemudian THE JAK terus melempari kami dari atas. Inilah yang semakin membakar emosi kami, kami pun bertindak anarkis terutama kepada THE JAK, yang kami anggap telah memulai bara permusuhan. Kami pun di tembaki gas air mata dan peluru hampa.

Secara logika, kalau saja kami kecewa dengan kekalahan tersebut dan seandainya kami adalah perusuh, yang seharusnya kami serang adalah supporter PSMS MEDAN, tapi nyatanya kami menerima kekalahan tersebut hanya saja KAMI TIDAK TERIMA PERLAKUAN YANG TIDAK MANUSIAWI DARI THE JAK!

Apa sih maunya THE JAK?

itu yang kemudian menjadi pertanyaan kami semua. Selama pertandingan Sepak Bola di senayan, Kami supporter PERSIPURA tidak pernah MARAH karena KALAH atau MENGINTIMIDASI SUPPORTER LAIN! Buktinya pada FINAL COPA DJI SAMSOE, walaupun KALAH adu penalti dari SRIWIJAYA FC, toh kita semua pulang dalam keadaan baik2. Kami melihat ini sebagai KEJAHATAN TERORGANISIR dari KUBU THE JAK yang setiap kali ketemu PERSIPURA tidak pernah menang dan selalu berakhir ricuh. Pada FINAL LIGINA 2005, ketika PERSIJA kalah dari PERSIPURA, THE JAK pula yang memancing KERUSUHAN, mereka tidak memandang kami sebagai tamu apalagi manusia. Itulah yang perlu kami tunjukkan pada mereka, agar tidak merasa menjadi RAJA di kampung halaman sendiri lantas berhak SEMENA2 terhadap yang lain. Karena kami masyarakat PAPUA pantang untuk menyerah, apapun kami lawan biarpun kami sedikit dalam hitungan jumlah!!! Peristiwa berikutnya kembali terjadi pada SEMIFINAL COPA DJI SAMSOE, lagi2 PERSIJA KALAH dan THE JAK kembali membuat rusuh, toh kami tetap tenang. kalau kami terpaksa membalas itu semua di karenakan kami berupaya dan BERHAK untuk membela diri! SIAPA SIH YANG MAU MATI KONYOL DISERANG lantas DIAM? dan terakhir peristiwa SEMIFINAL kemarin yang justru sekali lagi membuat kami HERAN, padahal lawan PERSIPURA pada saat itu bukanlah PERSIJA, tapi kok bisa THE JAK menyerang kami? Kami sudah membantu mereka untuk lolos ke senayan, dengan menampilkan permainan biasa2 saja pada partai terakhir 8 besar tapi yang kami dapatkan malah lemparan. Satu nyawa menghilang, bagi kami dalam konteks sebagai upaya pembelajaran ADALAH hal yang wajar dan LUMRAH. AGAR THE JAK TIDAK LAGI SEMENA2 TERHADAP SUPPORTER TIM LAIN YANG DATANG BERKUNJUNG KE JAKARTA dan AGAR MEREKA TIDAK ASAL RUSUH KALAU TIM MEREKA KALAH!!! SEKALI LAGI KEMATIAN ADALAH HARGA YANG PANTAS AGAR MEREKA SADAR AKAN ULAH MEREKA SENDIRI SELAMA INI!! Toh, kami menyadari, kami pun melakukan aksi anarkis yang berlebihan akibat tersulut emosi, TIDAK SEHARUSNYA KAMI MERUSAKI KENDARAAN2 ATAUPUN GEDUNG2 PERKANTORAN. Untuk itu sekali lagi KAMI MEMOHON MAAF atas TINDAKAN ANARKIS KAMI kepada KORBAN PELEMPARAN maupun KORBAN PENGRUSAKAN, adapun kami sama sekali tidak berniat untuk itu. Kami pun berharap THE JAK bisa lebih santun terhadap setiap tamu2nya. Karena pada dasarnya, siapapun yang terpancing akan susah dikendalikan. Sekaligus Kami selalu dan senantiasa BERJANJI untuk tidak pernah MEMANCING AMARAH supporter lainnya, seperti yang sudah2. Silahkan di tanyakan Kepada PENDUKUNG SRIWIJAYA maupun PSMS MEDAN yang terakhir kali bertemu kami di senayan, APA PERNAH MASYARAKAT PAPUA mengusik mereka, walaupun KAMI KALAH? Terakhir bagi PSSI, agar tidak melihat THE JAK hanya karena mereka banyak lantas selalu di prioritaskan agar stadion terlihat ramai. Saya pun sangat menyayangkan sistem kompetisi yang terlalu berputar2. Arti JUARA GRUP/WILAYAH jadi tidak berguna, karena harus mengikuti babak 8 besar lagi. Terakhir sebagai tanah dimana banyak datangnya pemain2 berbakat seperti boas, ortisan, ellie eboi, alex pulalo, christian warobay, erol iba, immanuel wanggai, ian luis kabes, pieter rumaropen, eduard ivak dalam, dll. KAMI SANGAT MENGHARAPKAN KEPENGURUSAN YANG JELAS SERTA ATURAN YANG TEGAS AGAR KOMPETISI YANG AKAN DATANG BISA LEBIH BAIK LAGI. KARENA SAYA PERCAYA, KITA PUNYA BANYAK TALENTA YANG PERLU DIBINA LEWAT SISTEM KOMPETISI YANG JELAS ARAH DAN ATURANNYA, YANG BESOK2 BISA MEMBAWA BANGSA INI BERBICARA LEWAT SEPAK BOLA...!!!


BRAVO



a.n THE COMMENTS
perwakilan persipura mania
jakarta!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar