PERSIJA

PERSIJA

Selasa, 21 Oktober 2014

Lihatlah Lebih Dekat

JakOnline - Ada sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang sudah sangat dikenal oleh khalayak ramai, yaitu “Bad News Is Good News”. entah kenapa konsumsi publik di Indonesia kini lebih meminati hal-hal yang berbau negatif di sekitarnya, sedangkan berbagai hal-hal positif sudah dianggap biasa saja bahkan seringkali dihujat dengan alasan Pencitraan. Saya tidak ingin bilang atau bahkan jangan sampai deh minat publik akan hal negatif yang begitu besar. Tentu saja berita negatif yang sangat laku dijual adalah berita dari kalangan yang ternama, biasanya dari kalangan Artis, Pejabat atau suatu kelompok organisasi besar tertentu. Dan The Jakmania termasuk di dalamnya.
Yaa.. The Jakmania yang kini berusia 16 tahun memang masih dalam tahap proses pendewasaan diri. Jangan malu kalau kita diberitakan negatif, toh masih banyak hal-hal positif dari The Jakmania yang tidak terekspose oleh media. Mungkin mereka enggak doyan akan hal-hal positif yang telah The jak lakukan atau mereka terlalu sibuk mencari dan menunggu hal-hal negatif dari The Jakmania. Its no Problem. Saya tidak munafik, saya katakan bahwa saya membuat tulisan ini untuk meng-counter atau setidaknya menyeimbangkan berita negatif yang ditujukan pada The Jakmania oleh sebuah Televisi swasta. Bahkan seorang Bambang Pamungkas pun pernah membuat tulisan di website akan kegundahannya dari berbagai berita miring tentang dirinya dan Persija beberapa tahun silam.
Untuk meng-counter berita negatif tersebut, saya akan menjabarkan beberapa sisi positif yang sudah dilakukan oleh berbagai komunitas The Jakmania. Saya sudah membaca catatan dari Bung Ferry, salah satu fungsi The Jakmania yang sangat bermanfaat adalah mengurangi tawuran antar pelajar dan antar kampung di jakarta. Medio 90an akhir adalah lagi ngetrend nya tawuran antar SMA atau STM atau antar kampung di Jakarta. Dengan adanya The Jakmania kala itu warga Jakarta memiliki persamaan hal yang harus diperjuangkan, yaitu mendukung Klub dengan lambang monas di dada. Maka dari itu awal abad milenium presentase tawuran di Jakarta menurun drastis.
The Jakmania juga salah satu dari sedikit kelompok yang masih peduli akan Ibukota Indonesia ini. Banyak sekali komunitas atau kelompok di Jakarta yang acuh tak acuh akan tempat dimana mereka bernaung. Dengan adanya The Jakmania, banyak warga Jakarta yang akhirnya sadar pentingnya mencintai dan menjaga kota Jakarta ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Bukan hanya mencibir bahkan menjelek-jelekan kota tempat dimana kaki mereka berpijak.
The Jakmania juga seringkali mengadakan aksi sosial. Banyak aksi sosial yang dimana anggota The Jakmania langsung turun ke jalan untuk sekedar mencari dana untuk kemanusiaan atau bencana alam. Walaupun tujuan utama keberadaan The Jakmania adalah menjadi pemain ke 12 bagi klub kebanggaan warga jakarta, tapi seringkali The Jakmania juga memberikan dukungan semangat bagi para pahlawan bangsa Indonesia dengan mendukung Timnas berlaga. Dan sebenarnya masih banyak lagi hal-hal positif lainnya yang dapat diambil dari adanya kelompok suporter dengan warna kebesaran Oren ini.
Dari banyaknya hal positif di paragraf sebelumnya, saya hanya melakukan pembelaan, apakah adil ribuan The Jakmania yang baik-baik di dalam stadion mendukung Persija, atau ratusan The Jakmania yang turun ke jalan melakukan aksi kemanusiaan dibandingkan dengan SEGELINTIR oknum The Jakmania yang diliput karena hal negatifnya? Ada pepatah “panas setahun di hapus hujan sehari”. Stigma negatif tetap melekat karena pemberitaan yang negatif yang ditampilkan bahkan di media sekelas TV swasta yang masih cari duit di Jakarta. Memang ada beberapa media yang berimbang yang juga memberitakan fakta hal-hal positif dan negatif dari the Jakmania. Tanpa bermaksud melemparkan kesalahan kita, kalau mau jujur-jujuran sih, apakah suporter di kota-kota lainnya entah di dalam atau di luar negri tidak seperti The jakmania juga? Bedanya mereka tak terekspose atau lebih tepatnya tidak mau diekspose hal-hal negatifnya karena medianya yaa orang-orang mereka juga. Beda dengan di jakarta.
Mengawali paragraf ini, tiba-tiba playlist di laptop saya memainkan lagu Sherina – Lihatlah Lebih Dekat. Saya jadi terinspirasi memberi judul tulisan ini dengan judul demikian. Lihatlah lebih dekat The jakmania baik – buruknya. Jangan hanya melihat atau mendengar dari media yang selalu memberitakan negatifnya saja. Lihatlah lebih dekat kami yang selalu mencoba memberikan hal yang terbaik bukan hanya untuk Persija, tapi juga kota Jakarta dan Indonesia. Lihatlah lebih dekat berbagai aksi solidaritas atau kemanusiaan dari kelompok dengan warna kebesaran oren ini. Lihat segalanya, lebih dekat, dan kau bisa menilai lebih bijaksana. Akhir kalimat, meminjam kutipan Bio twitter salah satu admin JakOnline “Lihatlah lebih dekat, setelah itu silakan menilai”
“Kita bukanlah Suporter terbaik, tapi kita terus mencoba menjadi lebih baik”
Penulis : Panji Eka Sapta

Sumber: http://jakonline.asia/lihatlah-lebih-dekat/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar