PERSIJA

PERSIJA

Minggu, 19 Oktober 2014

Romantisme Di Atas Tribun

JakOnline-Mungkin akan begitu banyak yang menanyakan “Seberapa enaknya nonton bola langsung dari stadion?” Pertanyaan tersebut akan menjadi sebuah tanda tanya kepada orang-orang yang belum pernah sekalipun nonton pertandingan sepakbola di dalam stadion apalagi untuk mendukung tim lokal Indonesia.
Beda rasanya jika kita melakukan nonton bareng di kafe-kafe atau bahkan menyaksikan pertandingan sepakbola di rumah sendirian dengan menonton pertandingan sepakbola langsung di stadion untuk mendukung tim di mana kita lahir atau tinggali. Ada rasa tersendiri datang langsung ke tribun untuk mendukung, bernyanyi tanpa lelah demi membakar semangat juang para pemain di atas lapangan.
Belakangan jika melihat pertandingan Persija langsung dalam stadion, ada penampakan-penampakan yang sangat mengagumkan. Banyak orang sudah berkeluarga nonton langsung di stadion, banyak anak-anak berdiri nyaman dan aman, banyak kaum perempuan yang sudah mulai ketagihan mendukung tim kebanggaan langsung di tribun, selain itu kini banyak juga pasangan kaula muda yang datang langsung ke tribun untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Terkadang mereka-mereka ini tak malu dan tak pernah lelah ikut bernyanyi dan beratraksi bersama supporter lainnya dalam memberikan dukungan untuk Persija. Ini merupakan satu romantisme di atas tribun yang tersaji di SUGBK.
Hal istimewa seperti ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi klub sepakbola maupun kelompok supporternya. Sepakbola bukan lagi dinikmati oleh kaum adam, melainkan sudah banyak keluarga, anak-anak, dan kaum hawa yang datang ke stadion. Terlebih lagi jika saat ini melihat suasana yang tercipta di tribun Gelora Bung Karno ketika Persija berlaga.
Jakmania kini hadir bukan lagi dengan citra yang rusuh dan dibenci oleh warga Jakarta. Kini Jakmania lebih dekat dengan berbagai golongan, kelompok usia maupun gender. Ini merupakan sebuah nilai positif yang dimiliki oleh Jakmania. Selain itu sebuah romantisme tersendiri yang dapat kita rasakan saat Persija berlaga ialah nyanyian dukungan tiada henti yang diberikan oleh Jakmania kepada Persija. Satu kesempatan yang amat berharga bagi kita untuk menjadi bagian dari Jakmania dalam mendukung Persija yang begitu fanatik dan antusias.
Sebuah penghargaan lainnya dimana Jakmania sudah semakin berkurang menyanyikan lagu-lagu rasis yang ditujukan kepada tim atau supporter lawan, dan berganti dengan lagu penyemangat untuk Persija Jakarta Kini Jakmania mampu menghadirkan sebuah romantisme yang sangat intim untuk mencintai dan mendukung Persija sepenuh hati.
Mungkin romantisme ini yang menjadi sebuah jawaban dari pertanyaan di atas, “Seberapa enak nonton bola langsung di stadion?” jawabannya dengan langsung merasakannya di stadion dan menjadi bagian dari romantisme itu sendiri, di mana sanak saudara, keluarga, perempuan, dan anak-anak sudah membaur menjadi satu dengan kaum lelaki yang umumnya biasa hadir di stadion.
Romantisme tersebut akan terus berlanjut jika kita mampu menjadi bagian dari Jakmania yang mengawal Persija di luar kandangnya. Mendampingi Persija di manapun berada merupakan sebuah kepuasan jiwa yang tak tertandingi. Inilah sebuah romantisme tribun yang menyatukan Jakmania dan Persija, yang hasilnya tidak perlu diragukan lagi. Jakmania mampu menjadi supporter paling loyal pada putaran pertama ISL musim ini dan Persija pun berada dalam posisi 4 besar dan memiliki peluang untuk masuk dalam babak 8 besar. Jaya Raya Persija. Sebuah romantisme yang begitu harmoni. (@ojiwae/JO).

Sumber: http://jakonline.asia/romantisme-di-atas-tribun/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar